Kembalikan Padaku Secepatnya




“Kak Anwar buruan, udah siang ini” Triakku pagi ini dan membuat seisi rumah gempar

Oiya…..

Perkenalkan namaku Nadina Kautsar biasa di panggil Nadin atau Dina. Umurku telah genap 17 Th bulan Mei kemaren, aku sekolah di SMK Nusa Bhakti 5 Jakarta dan Sekarang aku duduk di bangku kelas 2.
Sedikit bercerita, aku hidup dalam keluarga broken home sejak 3 bulan yang lalu dan sejak saat itu pula aku tinggal dengan ke tiga kakak laki-lakiku, Kak Indra, Kak Tony dan Kak Anwar. Pagi ini seperti biasa aku berangkat sekolah bersama Kak Anwar karena sekolah kami sama, bedanya Kak Anwar kelas tiga.

“hai, na…” sapa Tari, sesampainya aku dipintu gerbang sekolah.
“Kak, Nadin turun disini aja, mau masuk bareng Tari aja” kataku pada kak anwar
“iya..” jawabnya singkat.
“Tar, gw dapet sms terror itu lagi” kataku berbisik pada tari
“sekarang apa ?” Tanyanya penuh selidik
“nie….” Kataku sambil menunjukkan pesan masuk dihapeku
Dia kini milikku jangan ganggu dia lagi. Jika lo berani ganggu dia lagi, kamu akan berurusan sama aku. Mawar Hitam
“anjrit sapa sih ne, apa maksudnya coba… Dia...? Dia siapa" kata Tari setelah membaca sms dihapeku.
“gatau, mungkin yang sms ini belum pernah ngerasain kena gampar” kataku dengan nada sedikit emosi
“ha.ha…ha” kami berdua tertawa, entah apa yang lucu

*******

Kok aku ngerasa ada yang merhatiin aku ya, kataku dalam hati sambil ku toleh sekeliling. Kulihat tatapan tajam mengarah padaku, dan berpaling. Kini aku tau memang sedari tadi dia melihatku terus menerus, dan belakangan ini. Aku berkedip member isyarat pada erna, teman satu genk-ku untuk ikut bersamaku manghampiri cewe itu.

“Brak….” Suara tanganku menggebrak meja, tepat didepan cewe itu.
“Anjrit lo cari mati ma gw” kataku keras dan semua yang ada dikantin itu menoleh kearakku “lone cumin anak ingusan..awas sekali-kali lo ulangi lagi, gw buat lo nyesel sekolah disini” kataku lagi dan berlalu pergi dari meja makan cewe itu.
“hebat” kata ketiga temanku bersamaan, dan kami tertawa.
********
“gimana, persiapan pertandingan kali ini na??” kata mega tiba-tiba
“ok,..sip. Siap mengharumkan nama SMK Nusa Bhakti” kataku santai
“rencananya berapa hari lo dibandung”
“ehm…3 hari kayanya, tapi tergantung seh. Neg kalah ya pulang duluan”
“heheheh, ya menangin dunk”
“Menang she mau, tapi kali ini berat meg, soalnya lawannya bakalan cakep-cakep banget permainannya”
“ya, kamu jangan kalah”
“ok…” kataku sambil menepuk bahu mega “aku dah nitip urusan kelas sama Toni, ntar neg ada apa-apa kalian bantu dia ya”
“ok…bu ketua” kata mega
Selama kurang lebih 3 hari ini, rencananya akhir pkan ini aku akan pergi ke bandung bersama semua anggota karate di sekolahanku. Bukan mau piknik ato liburan tetapi untuk menghadiri undangan pertandingan karateka tingkat Provinsi yang kali ini diselenggarakan di Bandung…
Bakalan seru pastinya, karena 7 dari beberapa pemain yang mewakili Jakarta berasal dari SMK Nusa Bhakti.
Harus semangat ne……….

*********

Hai din, gimana kabar kamu. Maaf ya baru kasih kabar sekarang. Aku sudah ada di Jakarta cos gak betah lama-lama disana Kalo bener ini nomer kamu, sms balik ya…. AGMA
Agma?? Jadi agma sudah ada dijakarta, sejak kapan?? Bukannya selama ini dia tinggal di paris dan sekolah disanan
Agma?? Senengnya, bisa dapet sms dari dkamu, setelah selama 1 tahun ini tak ada kontak sama sekali sejak kelulusan SMP tahun lalu
Agma?? Aku masih sayang kamu , sampai sekarang belum ada seseorang yang menggantikan dirimu dihatiku.

“wah…agma, agma adadi Jakarta, wah asik “ treakku tiba-tiba mengagetkan kakak-kakakku yang lagi asik nonton TV.
“Brisik kamu na” kata kak Indra
“biarin dunk, lagi gembira ini” kataku santai
“oh..agma mantanmu waktu SMP itu” lanjut kak toni sambil mengejekku
“Belum kok, kami belum putus, Cuma gada kontak selama ini” kataku agak kesal pada kak Toni.
“iya..iya dek” potong kak anwar sambil melempar bantal ke mukaku
“aduh sakit tau”
“he..he..maap dech, jangan nangis adekku sayank” kata kak anwar menyesal “udah waktunya sholat isya’ ne” lanjut kak Anwar dan ia berdiri sambil menarik tanganku

Kami berempat memang biasa sholat berjamaah, dan kali ini giliran kak anwar sebagai imam.
Senengnya…bisa selalu sholat bareng….??

******

Akhir-akhir ini Kak Indra, sikapnya agak lain entah kenapa?. Nilaiku baik, dan gada teguran dari sekolah tapi kenapa dia berbeda dari biasanya. Aku sudah bicarakan hal ini dengan kak Tony dan Kak Arwar dan mereka berdua juga merasakan hal yang sama seperti apa yang aku rasakan. Ada apa ini, semoga baik-baik saja.

Sore ini katanya kak indra tidak pulang kerumah karena ada tugas keluar kota dari bosnya, katanya. Gak biasanya dia pergi dengan cara mendadak seperti ini dan kejadia ini sudah berkali-kali terjadi belakangan ini. Bahkan uang sakuku dan kak anwar dia lupakan, untung saja kak tony punya tabungan yang walau sedikit bisa untuk ongkos sekolah kami berdua.

Dan hal ini sudah berlangsung selama sebulan lamanya, tidak hanya itu sikap kak indra juga berubah total, dia lebih gampang emosi dan ringan tangan.

“kak indra, dina minta uang dunk nanti mau ke bioskop sama temen-temen” kataku pagi ini
Saat ini kami berempat tengah berkumpul untuk sarapan pagi.
“kamu piker, kamu bisa seenaknya minta uang, trus foya-foya semau kamu, kamu fikir kakak ini pabrik uang apa??” kata kak indra keras sambil menggebrak meja makan dan berlalu pergi.
Tapi kali ini kak tony mengikutinya dan mencekal tangannya
“kak, apa maksud kakkak bilang kaya githu, kakak ini kenapa, Setan apa yang merasuki kakak hingga kakak bisa sekasar itu sama dina, kami merasa kakak sudah tidak sayang lagi sama kami” kata kak toni

Entah kenapa, tapi suasana pagi ini benar-benar kacau, tiba-tiba dengan keras kak indra menempeleng muka kak toni

“aww…” jeritnya
“tau apa kamu soal kasih sayang, hah?” kata dia pendek sambil pergi.
“kak tony..” kata kak anwar dan menghampiri kak toni yang jatuh dilantai dengan sedikit darah keluar dari bibirnya.

Aku hanya bisa menangis terisak melihat kejadian pagi ini, aku tak berani melawan, hanya bisa menangis dan menangis

********
“kenapa dengan mata kamu na?? abis nangis ya “ kata Tari sambil mendekat dan duduk disebelahku di ikuti erna dan mega.
“”parah say…” kataku pelan dan menceritakan kejadian akhir-akhir ini di rumahku pada mereka, karena mungkin dengan begitu beban fikiranku bisa berkurang. Selesai aku bercerita pada mereka, seorang ceew melempar segepok uang ke mejaku sambil berkata “nech, jatah uang sakumu selama satu bulan, aku harap itu cukup buat kalian bertiga makan di resto” katanya sambil dengan gayanya yang sok itu, muak aku melihatnya

“heh lo siapa?” potong tari dan mendekati cewe itu tanpa kukomando, dan kini erna dan mega ikut maju. Kedua teman cewe itu hanya bisa lari ketakutan keluar kelas tapi sebelum itu terjadi temen sekelasku yang laen menutup pintu dengan segera. Dan membuat mereka seakan terkurung dikandang singa yang marah, kelasku

Aku masih diam dan kudengar nama cewe itu, wahyu anak kelas satu… sapa dia?? Apa hubungannya dia dengan kak indra?? Apa dia yang selama ini buat kak indra jadi seperti sekarang. Aku berdiri dan maju mendekati wahyu

“lo siapa?? Apa hubungan lo sama kakak gw, sampai lo yang pegang kendali keuangannya” kataku dengan tatapan tajam kearah cewe itu
“gw, cewe kakak lo, jadi lo gaperlu sewot” kata wahyu
“oh… sedekat apakah lo sama kakak gw”
“sedekat kulit ama baju” jawabnya santai
“apa..” kataku kaget sambil mengayunkan tanganku kea rah mukanya, tapi niat itu ku urungkan tak ingin buat masalah lagi.
“ayo gampar gw, kalo lo mau dapet gamparan yang sama dari kakak lo tercinta” katanya sinis
Aku mundur dan member isyarat pada ketiga temenku agar member pelajaran pada cewe gila itu.
“tenang, lo ga usah kotorin tangan lo dengan menyentuk najis kaya dia, biar kita-kita aja yang lakuin buat kamu” kata erna dengan semangatnya.

Tanpa dikomando ketiga temanku menggampar muka cewe itu, tak bisa kuhentikan kali ini. Aku juga kehilangan kendali dan terakhir aku memukulnya dengan sekuat tenagaku, akhirnya dia pingsan, sedikit lega.

Beberapa anak yang laen membawa wahyu ke UKS, untuk diobati
Teman-teman bersorak dan memang ini hal yang selalu dilakukan jika ada yang membuat masalah dikelasku. Tak hanya dikelasku, bahkan kakak kelas diatasku juga selalu melakukan hal yang sama.

Dan jika kami semua dihukum paling – paling disuruh membersihkan seluruh ruangan yang ada disekolah, tak ada hukuman yang berat. Mungkin sekolah tidak berani mangeluarkan kami, siswanya karena bagi mereka para guru dan kepala sekolah, siswa adalah asset negara yang harus dididik dan itu tanggung jawab penuh sekolah

*********

“keterlaluan kamu dina” kata kak indra sambil menggampar mukaku, aku yang sedari tadi nontor TV tak bisa menghindar lagi.
“awww.. sakit, kakak ne apa-apaan she” kataku
“kamu fikir kamu bisa seenaknya, jika kamu berani ngulangin hal yang sama lagi aku akan ngusir kamu dari rumah ini “ katanya lagi dengan nada keras.

Kak toni dan kak anwar yang mendengar kejadian itu dari lantai atas, langsung turun ke bawah dan mendekat padaku, berusaha menjauhkanku dari amukan kak indra. Dan kini ertengkarang terjadi lagi, kami tertiga hanya mampu membela diri dari amukan kak indra yang benar-benar diatas normal kali ini. Namun ditengah-tengah pertengkaran terjadi bel rumah berbunyi.

“oh… kenapa disaat seperti ini harus ada tamu” kataku dalam hati
Aku melangkah dengan sedikit malas mendekati pintu dan membukanya.

“agma” kataku seketika, kaget. Tak ada angin tak ada hujan bagai disambar petir aku melihat sesosok yang selama ini kunanti kedatangannya, rasa tenang sedikit dalam hati.
“ehm.. waktunya gak tepat dech kayanya” kata agma dengan senyumnya yang sedari dulu tak berubah. Aku hanya bisa terbengong menatapnya. Lama

Kak anwar mendekatt dan membisikkan sesuatu pada agma dan aku tak tau apa itu. Ian mengangguk dan tersenyum lagi, tak lama ia menarik tenganku dan berpamitan pada kak anwar

*******

“kamu ingat tempat ini kan na” kata Agma mengaburkan lamunanku
Aku hanya bisa terdiam, dan air mataku kembali menetes dipipiku
“Aku menemui mu bukan untuk melihatmu menangis Dina, aku ingin melihat Dian yang dulu “ kata Agma padaku

Entak kenapa? Air mata ini mengalir semakin deras membasahi pipiku, tak bisa ku tahan lagi
Kuceritakan semua hal yang terjadi padaku dari mulai perceraian orangtuaku, kehadiran cewe pengahncur dan perubahan sikap kak Indra. Itu semua ku ceritakan pada Agma, tanpa ada yang kututupi sdikitpun.

Kusandarkan kepalaku di bahunya dan ketenangan sedikit kurasakan dan aku terlelap, tidur dibahunya.
Agma, dia tak berani membangunkanku, entah berapa lama lagi aku akan tertidur. Yang kurasakan sekarang hanya ketenangan dan ketenangan, Untuk sementara

********

Sesuai Saran dari kedua kakaku aku tak lagi tinggal dirumah, dan begitu juga keduanya juga memilih meninggalkan rumah dan memilih mencari kontrakan untuk tinggal kami sementara dan lagi-lagi Agma yang mencarikannya untuk kami.
Dulu dia selalu ada saat aku butuhkan, dan kini dia kembali lagi dan melakukannya lagi untukku, mungkinkah Cinta itu masih ada?? Buatku

Selama hampir dua bulan ini aku tak tinggal lagi dengan kak indra, kangen juga ternyata. Tapi gak juga karena kesempatan ini ku gunakan untuk selalu bersama Agma.

“ma..” panggilku pada Agma, dia menghentikan permainan gitarnya dan menoleh padaku.
“iya…” jawabnya singkat dan pelan
“kamu belum bilang padaku sejak kapan kamu berada di Jakarta??” tanyaku padanya
“Udah lama kok, aku beberapa bulan di paris, dan aku kembali kejakarta ternyata alamat rumahmu sudah pindah dan nomor hapemu juga sudah gak aktif lagi” katanya mencoba menjelaskan padaku.
“lalu”
“iya, aku selama ini mencari keberadaanmu”
“Masihkah ada cinta buat aku” kataku tiba-tiba, sedikit mengejutkan Agma
Dia Terdiam dan kembali menoleh padaku
“Banyak na, tapi…” kata Agma dengan sedikit ragu
“Tapi? Tapi kenapa?” kataku sedikit menyelidik, ingin tau
“Tapi selama ini aku telah mempunyai kekasih” kata Agma pelan dan itu membuatku benar-benar sakit dan kecewe.
Kali ini aku hanya bisa diam dan memendam rasa sakit hati yang kurasa.
“maaf na, aku tak bermaksud buat kamu sakit hati” katanya sedikit menusuk hatiku “Rasa cinta buat kamu gak pernah berkurang na, tapi aku gak bisa ninggalin dia, ini bukan saat yang tepat”
“aku gak nyuruh kamu buat ninggalin dia” kataku lirih
Dan Agma Cuma bisa menatapku kosong, terpancar kebingungan dari wajahnya, Maafin aku ma…..

*********

Semalem aku dapet sms dari Agma katanya siang nanti dia ngajak ketemuan. Ih gak sabar dech ketemu ma dia, gatau buat apa coba katemuan di Resto segala. Biasanya juga langsung maen kesini.

09.45
“Hah aku bakalan terlambat” pikirku
Aku berjalan agak tergesa-gesa menuju Resto tempat kamu berdua akan ketemuan.
“Agma marah gakya” gumamku dalam hati, berribu-ribu pertanyaan dalam otakku, takut Agma akan marah nantinya gara-gara aku terlambat datang. Sesampainya di Resto, kulihat Agma sudah duduk di meja no.9 seperti yang sudah ia katakanpadaku sebelumnya. Tapi, yang bikin aku penasaran kulihat dia tidak sendirian tapi ada seorang cewe duduk berhadapan dengannya, cewe?? Sapa dia??

Agak kesal memang melihat Agma dengan cewe itu, Akrap banget keliatannya.
“hei na,” kata Agma menyapaku
“kok, sama…” sebelum aku melanjutkan pertanyaanku Agma berdiri dan mencoba menjelaskan padaku.
“kenalin, ini ayuk cewe yang aku certain kekamu waktu itu” kata Agma memperkenalkan cewe yang berada dihadapannya. Dan cewe itu berdiri berhadapan denganku.
“elo….” Kata ku seketika setelah tau siapa cewe yang udah buat hidupku kacau berantakan “najis tau gak gw liat lo”
“iya..emang kenapa, kenalin gw cewe baru Agma” kata cewe itu sambil mengulurkan tangannya
“Dasar, cewek gak bener lo, kaka gw udah lo buat kayak gitu, sekarang Agma lo mau gimanain” kataku sambil mendorong dia kebelakang
“jadi, maksud kamu ayuk ne wahyu” kata Agma
“gw muak liat kalian berdua, Brenksek kalian berdua” kataku kemudian meninggalkan tempat itu berlari keluar menuju ke tempat dimana aku memarkirkan sepeda motorku, pengen cepet-cepet pergi dari tempat ini.

Agma berlari mengejarku, dan di belakangnya kulihat wahyu menyusulnya.
Aku menyetater sepedaku dan meluncur cepat jalan Raya dan meninggalkan mereka yang terus berusaha mengejarku.
Entah kemana aku akan pergi kali ini, aku tak ingin bertamu Agma lagi, aku tak ingin kenal dia lagi.
Puncak,..ya puncak adalah satu-satunya tempat yang ada di otakku sekarang. Dulu orang tuaku punya villa disana dan aku bisa sementara tinggal disana. Puncak memang jauh banget dari Jakarta, tapi tak apalah bensin sepeda motorku juga masih full.

********

Kulihat tempat ini masih seperti terakhir kali aku datang bersama kedua orang tua dan ketiga kakakku. Kenangan indah buatku
Kuketuk pintu dan kuamati keadaan sekitar
“mbok minah pandai merawat villa ini” pikirku
Kuketuk lagi pintunya dan tak lama kulihat wanita setengah baya membukakan pintu untukku
“Assalamu’alaikum, mbok” sapaku pada wanita itu, yang ternyata mbok minah
“eh…non dina walaikumsalam, kok tumben, mari masuk non” katanya dengan sopan.

*******

Gak terasa sudah satu minggu aku disini, ada kabar apa ya dari Jakarta, kangen juga sama orang rumah. Pasti mereka kebingungan mencariku, maafin dina kak….

Hari ini hari minggu dan pagi ini aku pengen jalan-jalan keluar sebentar, aku memang suka berpetualang dan kali ini aku memilih menyusuri jalan setapak menuju ke perkebunan teh, memang indah banget pemandangannya kalo dilihat dari atas sini, hal seperti ini tak akan ku temukan di Jakarta. Lama melihat pemandangan dan jalan-jalan, dan hari sudah agak siang waktunya pulang ke villa.

Sesampainya di halaman depan, aku tertegun melihat mobil kak Tony sudah terparkir di halaman villa.
“waduh, gawat…”kataku dalam hati
Dan tanpa pikir panjang aku masuk kedalam dan kulihat kak anwar dan Agma sudah duduk di ruang tamu. Mereka menatapku dengan tatapan yang begitu tidak bersahabat…..marahkah mereka?? Mungkin. Tapi apa peduliku.

“kenapa kalian kesini” kataku pada mereka berdua.
Dan mereka berdua hanya terdiam dan hal ini semakin membuat aku penasaran ditambah dengan raut muka kesedihan terpancar dari wajah mereka berdua.
“kenapa?” kataku lagi, dan kali ini kak anwar menceritakan apa yang telah terjadi di Jakarta selama aku berada disini
“wahyu meninggal karena bunuh diri, depresi akibat dia mengidap HIV Aids positif dan kini kak indra juga dirawat di rumah sakit dan diduga juga menderita Aids.
Ya Tuhan apa lagi yang kau timpakan pada keluargaku, aku tak sanggup lagi menerima cobaan ini Tuhan. Aku lemas lunglai seketika, kubayangkan wajah kak indra yang teduh dan bijaksana.
“Oh kak indra kenapa cobaan ini menimpamu”, Pikirku
Aku, Agma dan kak Anwar kembali keJakarta hari ini juga tanpa ditunda-tunda lagi..

**********

Tanpa pikir panjang aku berlari dan menuju ke kamar tempat dimana kakak tercintaku terbaring lemas menanti ajal. Kubuka pintu dengan pelan kulihat tatapan mata seseorang yang tengah terbaring dan senyum mengembang di bibirnya
“kak indra….maafin Nadin kak” kataku pelan, ku peluk kak indra dan kuluapkan semua yang aku pendam sejak dari puncak tadi pagi………

************

Dag..Dig Dug… menunggu hasil tes LAB kak Indra siang ini. Dimana disitu nantinya hidup atau mati dituliskan, hanya ada dua pilihan.

Tak beberapa lama Dokter datang dan memberikan hasil tes LAB padaku, kini surat itu telah ada ditanganku dan aku yang pertama kali membukanya. Disini diruang ini semuanya telah berkumpul menunggu dibacakannya hasil tes tersebut. Papi, Mami, Kak Anwar, Kak Tony, Agma Om dan Tante Hermawan orang tua Agma ada disini. Semua terdiam dan berdoa mengharap yang terbaik untuk kak indra.

Perlahan aku membukanya kuteliti kalimat kalimat yang ada didalamnya dengan cermat. Senyum merekah dari bibirku setelah kubaca sebuah kalimat yang benar-benar suatu mukjizat dari Allah swt

“Alhamdulillah….” Teriakku dan ku sujut syukur atas karunia Allah swt atas segala Rahmad-Nya yang diberikan pada keluargaku
Dan Allah swt tidak akan member cobaan diatas dari kemampuan hambanya.

THE END


3 komentar:

ratna mengatakan...

komen sendiri

ratna mengatakan...

si, cewenya super galak yua

Anonim mengatakan...

apapun kanku lakukan demi kebahagiaanku

Posting Komentar

TERSENYUMLAH DENGAN BEGITU MASALAH YANG SULIT AKAN MENJADI MUDAH

Thanks For

 
©2007 Ratna-Peace In Heart Template By Templates e Acessorios